Di rumah saya banyak semut. Mulai dari semut merah besar, semut merah kecil, semut hitam besar, semut hitam kecil. Komplit 😀 Oleh karena itu saya selalu membaca-baca artikel bagaimana cara mengusir semut / membasmi semut baik dengan cara alami, setengah alami, maupun secara kimia (dengan “racun semut” :D)
Sebelumnya saya sudah pernah mencoba beberapa cara, di antaranya dengan borax / boraks. Tapi di artikel ini saya akan bahas review saya setelah menggunakan salah satu racun semut, yaitu Maxforce Quantum dari Bayer 🙂
Dimulai dari saya iseng browsing item di BukaLapak tentang racun semut, saya menemukan beberapa jenis racun semut. Tapi salah satu yang menarik perhatian saya adalah Maxforce Quantum, karena racun ini tertulis berbentuk gel, bentuknya praktis, dan katanya mampu membunuh semut.
Kemasannya mirip Blattanax Gel, salah satu racun kecoa yang saya pernah coba sebentar (akan saya bahas di artikel lain 🙂 )
Maxforce Quantum ini ada beberapa kemasan. Yang pertama adalah kemasan kecil netto 12 gram (harga sekitar Rp 120 ribu – 150 ribu, tergantung penjual). Yang kedua adalah kemasan besar netto 30 gram (harga sekitar Rp 195 ribu – 200 ribu, tergantung penjual). Saya beli yang besar.
Setelah paket sampai di rumah saya, saya langsung membaca kemasannya. Tertulis ampuh untuk jenis semut “Monomorium pharaonis“. Langsung saya cari di Google apakah itu jenis semut Monomorium pharaonis.
Ternyata singkat cerita, semut jenis itu adalah semut merah yang kecil (semut pharaoh). Saat itu saya pikir sayang sekali racun semut ini kelihatannya tidak bisa untuk semut jenis lain, seperti semut hitam.
Saya lanjutkan membaca komposisi racun yang dipakai. Tertulis adalah imidakloprid / imidacloprid (versi bahasa Inggris). Saya baca di Wikipedia, ternyata zat itu bersifat racun untuk serangga, dan tidak ditulis spesifik untuk semut pharaoh. Tertulis juga sifat imidacloprid adalah sebagai racun saraf bagi serangga. Serangga yang terkena racun ini lama-lama akan lumpuh, dan akhirnya mati. Tertulis juga zat ini tidak terlalu beracun untuk mamalia (termasuk manusia), kecuali tertelan ke dalam tubuh.
Kebetulan sekali saat itu saya lihat banyak semut merah kecil sedang berbaris. Maka saya langsung mencobanya 😀
Begitu saya oleskan / teteskan gel Maxforce Quantum, semut-semut langsung mengerubungi gel tersebut. Mungkin ada zat yang menarik perhatian semut. Mungkin gula? 🙂
Saya amati beberapa menit, makin banyak yang mengerubungi, dan tidak ada tanda-tanda semut akan mati. Setelah itu saya meninggalkan rumah itu karena ada pekerjaan di luar.
Pada malam hari, tidak ada semut terlihat. Saya pikir karena memang semut hampir sangat jarang keluar di malam hari.
Besoknya saya lihat masih ada sedikit bekas gel yang lumer di tempat saya meneteskan umpan semut. Dan tidak ada bangkai semut di sana. Jumlah semut pun berkurang drastis. hanya ada sekitar 10-20 ekor semut.
Maka saya coba teteskan lagi gel yang baru tepat di depan beberapa ekor semut.
Tapi anehnya mereka tidak mau memakannya lagi. Mereka hanya menyentuhnya, lalu meninggalkannya. Seakan-akan tidak ada apa-apa di sana.
Apakah semut-semut tersebut sudah mempelajari bahwa aroma gel Maxforce Quantum mengandung racun? Saya tidak tahu. 🙁
Setelah itu saya bilas bekas gel yang masih ada dengan air. Saya akan mencoba menaruh di titik yang sama beberapa hari kemudian.
Sementara itu saya mencoba menaruh tetesan gel lagi di sarang semut yang berbeda yang terletak +- 6 meter dari sarang semut yang sudah saya tetesi gel. Jenis semutnya pun sama.
Semut-semut itu ternyata juga mau memakan gel. Dan esoknya pun sama. Tersisa bekas gel dan semut-semut itu tidak mau memakannya.
Kesimpulan sementara saya, mungkin semut-semut itu bisa mengenali bahaya dari gel Maxforce Quantum.
Kalau ada perkembangan situasi, artikel ini akan saya update 🙂


Tinggalkan Balasan